Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan

Lipatan Kertas Di Jas Jokowi Ternyata Doa Dari Ibunya

Saat debat Capres-Cawapres tadi malam, ada lipatan kertas di jas Jokowi. Penonton pun penasaran dengan secarik kertas yang terlihat terselip di lipatan jas calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo. Kertas apakah itu dan apa isinya?

Lipatan Kertas Di Jas Jokowi Ternyata Doa Dari Ibunya

 Wartawan pun sontak menanyakan soal kertas tersebut pada kesempatan pertama bertemu Jokowi sesudah debat usai. Jokowi memberikan senyum sebagai jawaban pertama. Lalu, dia mengatakan, "Ini bukan contekan, ini surat doa dari ibu saya."

Di depan wartawan, Jokowi membuka lipatan kertas yang membuat penasaran itu. Berukuran 5x10 sentimeter, kertas tersebut diperbolehkan Jokowi untuk dipotret oleh para juru warta meskipun tak lama.

Sepenglihatan wartawan, dalam kertas itu tertera deretan huruf Latin dan huruf Arab. Namun, wartawan tak sempat mencermati apa kalimat yang tertera dalam tulisan tangan itu.

Debat kandidat digelar Komisi Pemilihan Umum sebagai salah satu tahapan dalam pilpres. Pada debat pertama ini, topik yang akan diangkat adalah "Pembangunan demokrasi, pemerintahan yang bersih, dan kepastian hukum".

Berdasarkan potret yang didapat dari sekejap kesempatan yang diberikan Jokowi, tulisan tangan di atas kertas itu merupakan doa memudahkan lisan untuk mendebat pernyataan lawan. Bunyi tulisan itu adalah "Rabbis rahlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqahu qaulii'".


Tulisan Latin pertama di bawah tulisan Arab tersebut merupakan pelafalannya.  Adapun tulisan Latin berikutnya adalah terjemahan dari doa yang pertama kali dilantunkan Nabi Musa saat harus berdebat berhadapan dengan Firaun itu. Secara ringkas doa tersebut merupakan permintaan kepada Tuhan agar memberikan kelapangan dada dan kelancaran berbicara dalam perdebatan.

Masyarakat Banyak Yang Mulai Meragukan Jokowi Jadi Presiden

Deklarasi Pemilu Damai dan Berintegritas yang digelar di KPU beberapa hari lalu ternyata berdampak pada elektabilitas Jokowi. Pada awalnya banyak masyarakat yang kagum terhadap sosok Joko Widodo sang calon presiden, terlebih lagi saat-saat pertama kali dia menjadi gubernur DKI Jakarta hingga ditetapkan menjadi kandidat orang nomor satu di Indonesia.

Masyarakat Banyak Yang Mulai Meragukan Jokowi Jadi Presiden

Akan tetapi, sekarang publik mulai meragukan sosok Joko Widodo. Jokowi dianggap kini kurang meyakinkan.

Setidaknya, ada dua momen yang membuat publik meragukan Jokowi, pertama pada acara resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat pengambilan nomor urut dan deklarasi kampanye damai.

“Gayanya kok begitu ya mas. Jadi hilang semangat saya dukung Jokowi,” kata Warga Mayong, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Mochammad Husni, saat dihubungi, Sabtu (7/6/2014).

Husni kecewa melihat Jokowi yang tidak tegas. "Melempem. Ini baru dalam negeri. Bagaimana kalau kumpul bareng kepala negara lain,” ujarnya.

Sementara itu Politisi PDI Perjuangan Pupung Suharis mengaku penampilan Jokowi ketika berpidato memang kurang meyakinkan. Malah ia ikut kecewa karena seringkali Jokowi menyampaikan hal tidak penting yang mengundang reaksi negatif. Pupung menunjuk pada apa yang dilakukan Jokowi di Papua saat menyindir capres lain yang berkampanye dalam hotel.

"Yang kayak begitu enggak baik dan enggak perlu. Masa jauh-jauh dari Jakarta ke Papua, hanya ngrasani orang, itu bukan leader yang baik," kata Pupung menyayangkan.


Pihaknya khawatir, Jokowi bakal keteteran pada debat capres nanti. "Saya baru saja keliling Jawa Tengah, kaget juga dengan capres partai saya ini, kok makin keteteran. Sementara popularitas Prabowo makin tinggi," ujarnya.

PDIP Laporkan Pembuat Foto ‘RIP Jokowi’ ke Polisi

Setelah cukup lama diam, akhirnya PDIP bertindak untuk menghadapi kampanye hitam terhadap capres mereka,  Jokowi  yang digambarkan sudah meninggal dengan foto ‘RIP Jokowi’. PDIP sudah melaporkan pembuat gambar bakal calon presiden Joko Widodo yang dibuat seolah sudah meninggal dengan nama Tionghoa ke polisi.

PDIP Laporkan Pembuat Foto ‘RIP Jokowi’ ke polisi

Mereka juga menegaskan bahwa gambar tersebut bukan dibuat secara sengaja oleh para simpatisan.

"Itu bukan dari kita. Sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Akan diproses hukum," ujar Ketua DPP Bidang Hukum PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan dalam pernyataannya, Jumat(23/5/2014).

PDIP, kata Trimedya, menyesalkan sekali beredarnya gambar tersebut di media sosial, seperti Twitter. Trimedya menegaskan gambar seperti ini akan diselidiki aparat untuk diproses hukum.

Dia menyatakan pembuatan gambar itu sangat tidak bisa ditoleransi. Sebab, tidak mencerminkan etika dan budaya timur yang penuh kesopanan.

"Ini juga bukan kampanye yang arif, sehingga harus ditindak tegas. Demokrasi bisa rusak jika disikapi seperti itu,"katanya.

Lebih jauh, Trimedya menyatakan pembuat gambar Jokowi almarhum dengan nama Tionghoa bukan simpatisan mereka. Yang membuat itu adalah orang di luar simpatisan Jokowi dan PDIP ataupun partai koalisi pendukung pencapresan Jokowi.

Sebelumnya beredar nama pembuat gambar tersebut di media sosial dengan atribut Jokowi dengan akun @ratu_adil. Foto profil akun FB Nophie Frinsta sebelum diganti menjadi foto Jokowi RIP terdapat di alamat web http://t.co/6aeyPSQ4jj.

Dia adalah pengupload awal foto Jokowi RIP dengan alamat web https://twitter.com/ratu_adil/status/469753693651210240.

(tribun)

Inikah Kabinet “TRI SAKTI” Bentukan Jokowi-JK?

Belum siapa pendamping Jokowi pada pilpres Juli mendatang, berhembus kabar bahwa kandidat kuat pendamping Jokowi adalah JK. Bukan hanya itu saja, sudah ada kabinet bayangan yang nanti akan membantu pemerintahan Jokowi-JK. Siapa saja tokoh yang masuk dalam cabinet Jokowi-JK yang diberi nama cabinet TRI SAKTI itu?

Inikah Kabinet “TRI SAKTI” Bentukan Jokowi-JK?

Saat dikonfirmasi mengenai kabinet ini, Jokowi tak memberi tanggapan pasti. Dia malah balik bertanya. "Apa? Kabinet Trisakti?" Jokowi usai pertemuan dengan dubes negara sahabat di Rumah Makan Kunstkring, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/5/2014).

"Iya, Pak. Katanya Pak Ahok jadi Menhub, Pak Muhaimin Jadi Menteri Agama, benar, Pak?" tanya wartawan.

Jokowi tak menjawab. Dia hanya tertawa lalu mengacungkan dua jempolnya. Meski terus ditanya, Jokowi tak memberi jawaban lebih mantap terkait kabinet tersebut.

Berikut susunan Kabinet Trisakti:

SUSUNAN KABINET "Presiden Jokowi-JK KABINET TRISAKTI"

01. Menko Perekonomian: Chairul Tanjung
02. Menkeu: Sri Adiningsih
03. Menteri BUMN: Lin Che Wei
04. Kepala Bappenas: Anggito Abimanyu
05. Mendagri: Ryamizard Ryacudu
06. Menkopolkam: Hendro Priyono
07. Menhankam: Andi Wijayanto
08. Menteri Hukum dan HAM: Todung Mulya Lubis
09. Jaksa Agung: Abraham Samad
10. Menkokesra: Puan Maharani
11. Menteri Sosial: Solahuddin Wahid
12. Menpora: Maruarar Sirait
13. Menakertrans: Andi Gani Nuwawea
14. Menkominfo: Surya Paloh
15. Kepala BIN: TB Hasanuddin
16. Mensesneg: Tjahjo Kumolo
17. Sekretaris Kabinet: Khofifah Indah P
18. Menteri ESDM: Kurtubi
19. Ment. Perindustrian: Rahmat Gobel
20. Ment. Perdagangan: Rusdi Kirana
21. Menteri Pendidikan: Anies Baswedan
22. Menteri Agama: Muhaimin Iskandar
23. Menteri Pertanian: M Prakosa
24. Menteri Pariwisata: AA Puspayoga
25. Menteri PDT: Helmy Yahya
26. Menristek: Fery Mursidan Baldan
27. Menteri peranan Wanita: Rieke Dyah Pitaloka
28. Menteri kesehatan: Risma
29. Menteri Perhubungan: Basuki Tjahaja Purnama

* Untuk Menlu dan Panglima, para Ka Staf akan diputuskan Presiden bersama Wapres

Cawapres Jokowi Dari Luar Jawa, Siapa Dia?

Teka-teki cawapres Jokowi masih belum terjawab. Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu  memberikan isyarat soal bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam Pemilu Presiden 2014. Ketika ditanya apakah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad masuk dalam kandidat pendampingnya, Jokowi memberikan jawaban menggantung.

cawapres jokowi

"Daaannn," jawab Jokowi, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (9/5/2014), ketika hendak bertolak dari Jakarta ke Manado dan Makassar.

Bagaimana dengan Jusuf Kalla? "Ya, sudah," katanya.

Kemudian, ia pergi berlalu meninggalkan wartawan. Jokowi mengatakan, pengumuman bakal cawapresnya tidak akan dilakukan pada hari ini, tetapi kemungkinan pada pekan depan. Dia meminta publik sabar menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan siapa pendampingnya.

Nama Jusuf Kalla dan Abraham Samad sebagai kandidat bakal cawapres Jokowi semakin menguat karena Gubernur DKI Jakarta itu akan mengunjungi Manado dan Makassar. Makassar merupakan kota asal Jusuf Kalla dan Abraham Samad. Sebelumnya, Jokowi sempat mengatakan bahwa pendampingnya berasal dari luar Pulau Jawa.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Manado dan Makassar, Jokowi diagendakan akan bertemu relawan serta tim pemenangannya. Apakah satu dari dua nama itu yang akan jadi pilihan Jokowi?

Jokowi Janji Tidak Akan Hapus Tunjangan Guru

Calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, guru merupakan salah satu faktor penting perkembangan generasi bangsa. Jokowi meminta agar kualitas dan kesejahteraan guru harus ditingkatkan.

Jokowi Janji Tidak Akan Hapus Tunjangan Guru

"Bapak mertua saya itu guru. Kalau guru dapat kesejahteraan lebih dan kualitasnya ditingkatkan, 100 persen saya setuju itu harus ditingkatkan lagi," kata Jokowi di Hotel Swiss-Belinn Kristal, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (29/4/2014).

Jokowi menegaskan hal tersebut saat ditanya wartawan perihal kabar bahwa dirinya menolak apabila guru diberikan tunjangan. Secara tegas Jokowi membantah kabar tersebut.

"Isu negatif seperti itu harus diberikan penjelasan. Isu itu dibuat untuk memberikan sebuah persepsi bahwa Jokowi tidak pro pada guru. Padahal gaji sertifikasi itu baik untuk meningkatkan kesejahteraan guru," kata Jokowi.

Untuk membantah isu itu, Jokowi mengatakan tunjangan di Jakarta untuk guru saat ini sudah baik. "Dilihat saja tunjangan guru (di Jakarta) dibandingkan daerah lain," jelasnya.

Malah, lanjut Jokowi, akan diberikan tunjangan demografi bagi guru pada tahun 2025. Untuk itu diperlukan persiapan mulai saat ini.


"Nanti, 2025 akan ada bonus demografi. Kalau tidak dibarengi dengan kualitas SDM yang mumpuni bagaimana? Ini yang harus disiapkkan dari saat ini," tutup Jokowi.

Ini Ciri-Ciri Cawapres Jokowi. Siapa Dia?

PDIP maupun Jokowi sendiri memang belum secara resmi mengumumkan siap Cawapresnya nanti. Padahal kemunculannya sangat  dinanti publik dan juga lawan politik. Namun hingga kini tabir misteri yang menutupi sosok pendamping Gubernur DKI itu belum juga tersingkap.

Ini Ciri-Ciri Cawapres Jokowi. Siapa Dia?

Di tengah simpang siur informasi, beredar informasi yang menjabarkan ciri-ciri cawapres pendamping Jokowi. Informasi ini beredar di kalangan internal PDIP. Seperti apa ciri-ciri cawapres yang dimaksud?

Informasi yang beredar menyebutkan cawapres Jokowi adalah sebagai berikut:
      -          seseorang yang pernah menjadi menteri, tapi bukan di era SBY.
      -          Orang ini dekat, tapi jauh.
      -          Cerdas dan di usia muda sangat berprestasi.
      -          Orang ini tidak memakai kaca mata dan menempuh pendidikannya di Amerika Serikat Orang ini tidak memakai kaca mata dan menempuh pendidikannya di Amerika Serikat
      -          ahli di bidang keuangan dan pasar modal
      -          Dia juga disebut pernah menjadi bintang restrukturisasi keuangan di awal tahun 90an
      -          orang ini juga disebut dekat dengan Jokowi, bahkan ikut dalam rapat-rapat pemenangan

Itulah ciri-ciri cawapres Jokowi yang  beredar melalui pesan singkat di kalangan elite PDIP.

Siapa kira-kira tokoh ini, anda punya bayangan ? Informasi ini juga menyebut bahwa sosok ini bukan Anggito Abimanyu, Abraham Samad, Dahlan Iskan, Faisal Basri, Gita Wirjawan, Isran Noor, Iwan Jaya Azis, Jusuf Kalla, Rizal Ramli, juga bukan Sri Mulyani.


Sosok ini juga disebut bukan pensiunan jenderal, bukan trah Soekarno, bukan orang partai, bukan militer, orang akademis. Hayo… Siapa ?

Prabowo Kritik Tata Krama Jokowi, Ahok Membela

Banyak pengamat mengatakan bahwa pencapresan Jokowi membuat sebagian capres panik. Salah satunya adalah Prabowo. Sehingga beberapa kali Capres Gerindra ini melontarkan kritikan pada Jokowi. Yang terakhir adalah soal tata karma Jokowi. Apa itu ?

Prabowo Kritik Tata Krama Jokowi, Ahok Membela


Prabowo Subianto mengaku kecewa dengan sikap Gubernur DKI Joko Widodo yang dianggap belum berterima kasih setelah kemenangan di Pilgub DKI 2012. Tata krama Jokowi dinilai tidak bagus. Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan dirinya dan Jokowi sudah berterima kasih ke Prabowo.

"Saya pernah bertemu bertiga segala macam kok. Ya kita sih pasti bilang terima kasih ya, makanya susah juga tafsirannya," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (1/4/2014).

Ahok mengaku, dirinya dan Jokowi sudah bertemu dengan Prabowo pasca kemenangan di DKI tahun 2012 lalu. Dia dan Jokowi juga sudah mengucapkan terima kasih.

“Ya kita sih pasti bilang terima kasih kan, ya. Sudah biasa karena orang timur pasti ya. Saya juga enggak tahu masalah beliau nganggap Pak Jokowi begitu. Pak Jokowi sudah jawab kan kalau enggak salah,” ujarnya.

Dalam wawancara dengan Majalah Detik, Prabowo mengungkap kekecewaan terhadap Jokowi sejak terpilih jadi Pilgub DKI. Prabowo mengaku sudah berjuang memenangkan Jokowi, namun tak ada ucapan terimakasih.


"Toto kromo-nya tidak bagus. Saya diajari, perbuatan sekecil apa pun seharusnya dijawab dengan terimakasih. Dia tidak datang ke tempat saya, tidak ucapkan terima kasih sama sekali," kata Prabowo seperti dikutip dari Majalah Detik edisi 122, Selasa (1/4/2014). (detik)

Ternyata Jokowi Kerahkan Massa Bayaran Di Dunia Maya

Pemilu legislatif dan pemilihan presiden sudah di depan mata.  Banyak parpol dan capres berlomba mengadu strategi demi menarik hati rakyat agar menang. Salah satunya yang dilakukan kandidat presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo alias Jokowi

Ternyata Jokowi Kerahkan Massa Bayaran Di Dunia Maya


Tim mereka dikabarkan membentuk semacam jaringan udara yang bergerak melalui jaringan internet. Mereka masuk melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter serta banyak media massa online.

Bahkan, kabarnya mereka menarik banyak orang untuk dilibatkan dalam serangan udara tersebut. Sebagian besar dibayar sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per kepala hanya untuk membuat ramai dunia maya dengan isu-isu soal Jokowi.

"Kebanyakan itu penjaga toko, penjaga gerai telepon seluler, ada juga yang tukang becak," ujar salah seorang sumber saat berbincang dengan Tribunnews, Minggu (30/3/3014).

Cara kerja mereka pun cukup unik dan mudah. Mereka hanya memantau pemberitaan lalu memberikan komentar baik di media massa online ataupun di jaringan sosial media seperti Facebook dan Twitter.
Tidak hanya itu, rombongan orang yang lazim disebut sebagai 'cyber troops' ini juga ramai-ramai membuka salah satu media massa online yang dianggap masif dalam memberitakan soal Jokowi agar punya bukti bahwa mantan Wali Kota Solo tersebut selalu menjadi 'media darling'.

"Jadi, ada peminpinnya dari orang terdidik biasanya dia komentar dulu halus dulu komentarnya. Lalu setelah itu buntutnya banyak. Makanya kalau dilihat komentar mereka kasar-kasar kan," katanya.

Modus lainnya yang biasa dipakai kata sumber tersebut adalah dengan membuat akun di Facebook dan Twitter. Yang fenomenal ada di Twitter dua akun bernama RamalanBintang dan InfoCewek.

Kedua akun tersebut sudah memiliki jutaan follower atau pengikut. Dalam akun ini sebenarnya tidak ada yang istimewa, hanya saja beberapa momen nama Jokowi kadang disisipkan.

"Kaya akun RamalanBintang, infonya soal zodiak tapi kadang diselipin nama Jokowi. Ada juga di Kompasiana akunnya tiga biasa komentar kalau terkait Jokowi,"ujar sumber tersebut.

Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut membenarkan adanya tim udara tersebut. Hanya saja ia mengaku tidak tahu mendetail soal adanya massa bayaran yang dikerahkan untuk membuat ramai dunia maya.

"Iya (memang ada tim udara), tapi aku tidak tahu detailnya. Banyak yang daftar," ujarnya.
Eva mengatakan pihak Seknas Jokowi juga sudah menyiapkan tim kampanye udara di media sosial dan media massa online. "Ada juga Seknas nyiapkan tim udara, spin doctornya Kartika Djoemadi,"ujarnya.

Adanya upaya melakukan serangan udara tersebut kata Eva membuat banyak orang ramai-ramai berbondong ingin mendaftar dan menjadi bagian dari tim. Bahkan, sampai ke luar negeri.

"Sudah ada DC, Berlin dan China serta Australia, menyusul Jeddah,"ujarnya. (tribunnews)